Kamis, 14 April 2011

Awas, Modus Penipuan Lewat HP Kembali Marak

Awas, Modus Penipuan Lewat HP Kembali Marak

 

 POSPOL: Pos Polisi Johar yang jadi korban fitnah pelaku Penipuan Lewat HP. 





KARAWANG, RAKA - Waspadai, modus penipuan melalui ponsel kini marak kembali di Karawang. Para pelaku seringkali mengatasnamakan polisi lalulintas. Hingga kini, tidak sedikit korban terperangkap hingga harus kena bobol hingga Rp 200 ribu. Korban terbaru adalah orang tua Nurdin yang beralamat di Kampung Pangasingan, Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat.

Hari Minggu (10/4) lalu, sekitar pukul 15.00 Wib orang tua Nurdin ditelephone oleh orang yang mengaku sebagai anaknya. Nurdin, katanya, sedang kena tilang oleh polantas di pos polisi perempatan Johar. Karena merasa bersalah, pelaku yang mengaku Nurdin itu diminta damai dengan imbalan harus memberikan pulsa ke nomor ponsel yang disebutnya polisi. Setelah dikirim pulsa bernilai Rp 100 ribu, pelaku tidak lantas menghentikan aksinya.

Pelaku tetap ingin membobol lagi kantong orang tua Nurdin dengan berpura-pura bahwa ada satu lagi teman polisi yang perlu dikasih pula senilai sama. Tanpa berpikir panjang, orang tua Nurdin kembali mengirimkan pula sejenis. Dan itu pun ternyata tidak cukup. Pelaku minta lagi pulsa dengan alasan, di TKP ada lagi komandan yang mesti dikasih pulsa. Dengan cara itu, pelaku pengaku Nurdin ini merasa baru bisa dilepas kendaraan yang sedang ditilangnya.

"Begitu permintaan ketiga saya tolak, eh ia malah marah-marah. Disitu saya mulai curiga. Saya coba telephone balik ke nomor ponsel yang katanya punya pak polisi, mail box terus. Merasa penasaran, saya menyuruh anak saya yang lain untuk menjemput Nurdin di pos polisi Johar. Ternyata tidak ada. Begitu dijemput ke rumah istrinya di Klari, Nurdin ada. Malah ia kaget ketika kejadian itu diceritakan. Hari itu anak saya tidak kemana-mana. Baru sadar kalau saya kena tipu," ungkap orang tua Nurdin.

Kejadian serupa dengan modus yang sama, menurut Kepala Pospol Johar Aiptu Zaenal Arifin, seringkali terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Malah warga Pasar Johar sendiri sempat tertipu dengan mengirimkan pulsa Rp 100 ribu yang mengaku saudaranya dari Sumedang. Pengakuan pelaku, ketika tiba di perempatan Johar ditilang polisi. Belum berselang lama, pembantu salah satu pedagang sate di Jalan Lamaran yang warga Pangkalan adalah korban berikutnya.

Kuat dugaan, pelaku adalah orang yang sama. Sebab dari modus yang dilakukannya, selalu menggunakan cara-cara seperti yang dialami korban sebelumnya. "Semua korban salahnya selalu menyebut duluan nama saudaranya atau anaknya yang mereka klaim. Makanya saya menghimbau masyarakat agar hati-hati dan tidak langsung percaya begitu saja ketika mendapat telephone dari orang yang belum diyakini benar. Bahkan semestinya cross cek dulu ke lokasi yang dijadikan alasan sang penelephone," saran Zaenal saat ditemui RAKA di pos jaganya, Selasa (12/4) siang.

Ditempat terpisah, Kapolres AKBP Merdi Syam, lebih menegaskan bahwa modus operandi penipuan yang mengatasnamakan aparatnya di lapangan sudah kembali marak di Karawang. Oleh karenanya, ia mewanti-wanti masyarakat tetap waspada. Bila perlu, disarankannya masyarakat berani melapor ke Mapolres atau pos polisi terdekat jika mencurigai sedang diincar para pelaku kejahatan tersebut.

"Bukan hanya anak buah saya yang sering diatas namakan oleh pelaku kejahatan. Nama saya sendiri pernah dicatut untuk menipu orang. Beruntung, calon korban langsung melapor. Saya himbau, tolong masyarakat lebih jeli dan jangan mudah terayu atau percaya begitu saja dengan mudah. Modus operandi yang dilakukan para pelaku kejahatan makin kesini makin banyak cara. Bagi mereka, terpenting berhasil menggasak korban," seru Kapolres mengingatkan. (vins)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar